Tata krama / Etika komunikasi online Dalam Kehidupan Sosial

0

Tata krama Etika komunikasi online – pentingnya mengetahui tentang tata krama etiket komunikasi online dalam kehidupan sosial sehari-hari. Selama hampir satu darsa warsa, pola interaksi sosial masyarakat mengalami perubahan yang cukup signifikan. Sebelum munculnya teknologi smartphone dengan berbagai fitur ‘cerdasnya’, kita berinteraksi dengan sosial secara nyata, bertemu dan berhadapan langsung dengan orang lain untuk berkomunikasi.

Setelah itu muncullah beragam sosial media yang menawarkan bentuk komunikasi baru, yaitu secara ‘Daring/Dalam jaringan’ atau biasa kita sebut dengan online. Pergeseran pola komunikasi ini secara otomatis merubah pola hidup dan perilaku kita dalam berinteraksi.

Tata krama Etika komunikasi onlineEtika komunikasi online

Ada banyak aspek yang bisa kita bahas dan kembangkan terkait perubahan pola interaksi ini, namun dalam artikel ini, saya akan memposting satu poin yang mungkin jarang diketengahkan oleh penulis lain dan mungkin jarang diketahui oleh warganet (netizen) – suatu istilah yang timbul sebagai pembanding dari istilah citizen (wargakota).

‘Komunikasi Daring adalah cara berkomunikasi di mana penyampaian dan penerimaan pesan dilakukan dengan atau melalui jaringan Internet. Komunikasi yang terjadi di dunia semu tersebut lazim disebut komunikasi di dunia maya atau cyberspace’.

Bentuk komunikasi ada 2 macam, yaitu komunikasi Sinkron dan komunikasi Asinkron. Masing-masing memiliki perbedaan yang cukup jauh, namun pada penerapannya dalam konteks etika komunikasi, keduanya bisa dikatakan sama.

 

Dalam membahas Tata krama Etika komunikasi online, Saat ini tersedia berbagai macam aplikasi sosial media maupun perpesanan yang mendukung kebutuhan kita dalam menyampaikan gagasan atau perasaan kita kepada orang lain. Email, Facebook, whatsapp, telegram, skype, dan sesamanya. Mulai aplikasi yang menyediakan fitur chat teks, audio bahkan video.

Komunikasi merupakan kegiatan yang melibatkan dua atau lebih orang, sehingga perlu diperhatikan tatacara serta tatakrama (etiket) dalam melakukannya. Hal tersebut menjadi makin penting dalam tatakrama berkomunikasi daring, karena kedua belah pihak tidak bertemu langsung, sehingga lebih rentan terhadap terjadinya salah paham.Beberapa contoh tatakrama (etiket) dalam menuliskan informasi atau pesan antara lain sebagai berikut.

Baca juga :
Keahlian di Era Digital yang Wajib Kalian Miliki SEGERA
Tips Terjun ke Bisnis Online Ala Google Indonesia
Unduh Duit Cuma-Cuma Dengan Update Status di Netzme

Tata krama Etika komunikasi online (ETIKET) Komunikasi Online

  1. BAHASA YANG BAIK DAN SOPAN.

Pilihlah kata yang sesuai dengan hubungan antara Anda dan penerima pesan. Apabila  berkirim pesan pada Bos atau dosen, gunakan bahasa yang formal. Saat berkirim pesan pada teman, Anda dapat menggunakan bahasa yang lebih santai.

  1. TIDAK MENULISKAN SELURUH KALIMAT DENGAN HURUF KAPITAL.

Tahukah Anda ? Dalam etika  korespondensi elektronik, penulisan seluruh kalimat menggunakan huruf kapital berarti sama dengan berteriak/marah.

 

  1. TIDAK MENGGUNAKAN JENIS HURUF (FONT) YANG BERAGAM.

Gunakanlah font standar, dengan ukuran yang standar. Karena penggunaan font yang beragam akan menyulitkan pembacaan dan melelahkan mata.

  1. KEJELASAN PENULISAN SUBJEK.

Apabila menggunakan email, gunakanlah subjek yang dapat langsung dimengerti oleh penerima e-mail Anda,.

  1. PERHATIKAN PENERIMA CC, DAN PERHATIKAN PENERIMA BCC E-MAIL ANDA. Dianjurkan untuk mengirim CC ataupunBCCberdasarkan hak membaca e-mail tersebut.
  2. SEGERA MENANGGAPI PESAN YANG DITERIMA.

Beritahukanlah terlebih dahulu jika Anda membutuhkan waktu tambahan untuk membalas pesan.

  1. TIDAK MENERUSKAN PESAN YANG TIDAK PENTING.

Tidak semua orang menyukai lelucon atau gambar yang Anda kirimkan.

  1. SIMPAN MASALAH PRIBADI

Jika memakai sosial media, Hindari memposting masalah yang bersifat pribadi, karena anda berada diruang publik. Akan banyak ketidaknyamanan yang timbul bahkan mungkin Anda akan menjadi obyek pelecehan.  Bahkan lebih jauh menjadi sasaran kejahatan.

Biarlah masalah pribadi Anda menjadi privasi, silakan mencari solusi, namun pilihlah orang yang tepat untuk menuangkan segala ‘unek-unek’ Anda.

  1. JAGA PRIVASI ORANG LAIN

Jangan sekali-kali membuka privasi orang lain di sosial media tanpa izin yang bersangkutan. Anda bisa saja terjerat pada perilaku yang menjurus pada tindak pidana.

Demikianlah sebagian etika dalam komunikasi di dunia maya. Bijaksanalah dalam berkomunikasi.

Dan ingat selalu pepatah ini ‘Mulutmu adalah Harimaumu’.

Semoga bermanfaat..Terima Kasih.

Leave A Reply

Your email address will not be published.